Transjakarta Bidik Rute Perairan, Warga Kepulauan Seribu Tuntut Operasional Harian
By Admin

Dok. Ist
nusakini.com, Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalihkan pengelolaan transportasi laut ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada 2027 mendapat sambutan baik dari warga Kepulauan Seribu. Kebijakan ini dinilai mampu meratakan akses mobilitas sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan dengan daratan.
Warga Pulau Sabira bernama Agung pada Senin (10/8) menyatakan bahwa frekuensi pelayaran saat ini masih sangat terbatas. Kapal milik Dinas Perhubungan diketahui hanya beroperasi tiga kali dalam sepekan sehingga menghambat mobilitas warga yang membutuhkan perawatan medis rutin.
Keterbatasan armada tersebut juga berdampak pada sektor pariwisata karena banyak pengunjung membatalkan perjalanan akibat ketiadaan tiket. "Kami sangat berharap jadwal kapal bisa ditingkatkan menjadi setiap hari dengan harga semakin terjangkau," kata Agung.
Agung juga menyoroti pentingnya sistem tiket elektronik yang transparan untuk mencegah praktik percaloan di pelabuhan. Sistem tersebut dinilai akan memudahkan warga dan wisatawan dalam mengakses layanan transportasi laut tanpa hambatan.
Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar Salagau, mendorong adanya integrasi antara armada tradisional nelayan dan kapal Transjakarta. Ia mengusulkan penerapan konsep serupa JakLingko untuk moda transportasi laut di wilayah perairan tersebut.
"Harapannya kapal tradisional bisa dijadikan JakLingko-nya laut," ujar Munawar. Ia menjelaskan bahwa Transjakarta dapat melayani rute utama, sementara perahu milik warga difokuskan untuk distribusi logistik dan suplai bahan bakar minyak.
Munawar menegaskan bahwa kapal tradisional tetap krusial ketika terjadi lonjakan jumlah wisatawan pada musim libur panjang. Armada dinas diperkirakan tidak akan sanggup menampung ribuan penumpang tanpa bantuan kapal swasta milik warga setempat.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menganggap ekspansi Transjakarta ke perairan sebagai wujud keadilan bagi warganya. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang sektor pendidikan, kesehatan, dan pergerakan ekonomi masyarakat kepulauan secara signifikan.
"Kami mewakili warga Kepulauan Seribu menyampaikan terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur," ucap Fadjar. Langkah ini dianggap sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melayani seluruh lapisan masyarakat ibu kota tanpa terkecuali.
Pengembangan sektor pariwisata bahari diproyeksikan akan ikut melesat seiring dengan perbaikan infrastruktur transportasi publik ini. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan guna merealisasikan cetak biru transportasi modern di perairan Jakarta. (*)